Human resource
planning (perencanaan sumber daya manusia) atau biasa disebut
sebagai workforce planning dapat membantu Anda untuk memastikan bahwa
bisnis Anda memiliki orang-orang yang tepat dalam tim, yaitu mereka yang
memiliki skill untuk berkompetisi, berinovasi, serta mampu
mengembangkan perusahaan Anda. Pasalnya, tidak ada perusahaan yang tidak mau
menanggung resiko kekurangan keahlian (skill).
Perencanaan
Sumber Daya Manusia (Human Resources Planning/HRP)
Human resource planning adalah
proses perencanaan yang membantu perusahaan untuk merekrut, memelihara, dan
mengoptimalisasi penugasan orang-orang yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
tujuan bisnis. Selain itu, dengan melakukan perencanaan ini, para pegawai juga
dapat menyikapi berbagai perubahan pada lingkungan luar (perusahaan).
Melansir
dari Smartsheet, dinyatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang cerdas bisa
mengatasi sumber daya manusia (human capital) dengan baik dengan cara
menerapkan sebuah rencana sumber daya manusia taktis (tactical human resource
plan) yang terhubung langsung dengan strategi-strategi organisasi dan sumber
daya manusia.
Pentingnya Human
Resource Planning
Perusahaan-perusahaan
di dunia harus beradaptasi dengan semakin pendeknya siklus desain bisnis dan
produk yang diakibatkan oleh cepatnya perubahan teknologi, inovasi produk yang
terus menerus terjadi, globalisasi ekonomi, dan juga pergeseran budaya serta
generasinya. Begitu pula dengan Anda dan perusahaan Anda.
Dilansir dari Smartsheet dan Chorn,com, human
resource planning itu penting untuk:
Ø Mengantisipasi
kebutuhan dalam pasar tenaga kerja yang berubah;
Ø Memberdayakan
perusahaan yang masih dalam (fase) kecil dan menengah;
Ø Meningkatkan
operasi perusahaan;
Ø Mengatasi
risiko makro yang merujuk pada pendekatan sistematis HRP;
Ø Menghadapi
kekurangan pegawai (talent) dan perubahan demografis dunia;
Ø Menghadapi
perubahan teknologi dan adanya generasi baru;
Ø Mengatasi
perubahan dalam organisasi perusahaan; dan
Ø Mengatasi
perubahan di (legislatif) pemerintahan.
7
Langkah Human Resource Planning
Setelah Anda mengetahui
apa saja manfaat penting dari perencanaan HRP, kini sudah saatnya Anda serta
perusahaan Anda mulai merencanakan human resource planning untuk
perusahaan Anda sendiri. Perencanaan tersebut terdiri dari tujuh langkah,
antara lain:
1.
Analisa
Tujuan
Visi perusahaan adalah hal yang utama untuk menjadi
pondasi pembuatan HRP. Tim dalam departemen sumber daya manusia (human resource
department) harus bekerja sama dengan para manajer atas agar mendapat pemahaman
yang mantang perihal tujuan utama perusahaan. Barulah kemudian mereka fokus
untuk mendapatkan talent yang dibutuhkan untuk menggapai goal perusahaan
itu.
2.
Inventarisasi
sumber daya manusia terkini
Lakukan inventarisasi sumber daya manusia yang kini
ada dalam perusahaan, mulai dari jumlahnya, skill atau keahlian,
kinerja, serta potensi mereka. Informasi-informasi semacam ini biasanya sudah
terdokumentasikan dalam sistem HRIS (human resource information
storage) yang perusahaan punya. Perhatikan apakan distribusi
pegawai dengan posisi kerja sudah terlaksana baik.
3.
Prediksi
kebutuhan di masa yang akan datang
Ketika proses inventarisasi sudah dilakukan, cari
tahu apakah terdapat kekurangan atau kelebihan dalam distribusi pegawai dan
posisi kerja yang sekarang. Kemudian prediksi kebutuhan pegawai di masa yang
akan datang, baik dalam hal jumlah/kuantitas maupun kualitas. Penggunaan matrik
SWOT (strength, weakness, opportunities, threats) akan sangat berguna dalam
langkah prediksi ini.
4.
Estimasi
adanya gap
Setelah mengetahui berapa jumlah sumber daya manusia
yang sudah ada dengan prediksi kebutuhan sumber daya manusia di masa yang akan
datang, maka bisa diketahui apakah ada perbedaan (gap) antara sumber daya
manusia yang sudah ada dengan kebutuhan di masa yang akan datang, bisa jadi
defisit atau surplus.
Atau malah kebutuhan tersebut sudah terpenuhi karena
tidak ada perbedaan (gap). Lakukan pelatihan pegawai jika secara kualitas masih
ada gap antara sumber daya yang telah dimiliki dengan kebutuhan
kedepannya.
5.
Formulasikan
rencana
Tahapan ini didasarkan dari hasil identifikasi gap sumber
daya, entah itu surplus atau defisit. Jika terdapat defisit, sebaiknya tentukan
untuk merencanakan proses rekrutmen, pelatihan, atau transisi. Namun, jika
terdapat surplus sebaiknya tentukan untuk merencanakan proses pelatihan,
transisi, proses pensiun sukarela, ataupun penugasan ulang.
6.
Penerapan
rencana
Tahapan ini sederhananya yakni menjalankan rencana
yang sudah diformulasikan, entah itu rekrutmen pegawai baru, pelatihan pegawai,
transisi posisi kerja pegawai, proses pensiun sukarela, maupun penugasan ulang.
7.
Monitor,
kontrol dan feedback
Di tahap ini Anda dan perusahaan Anda wajib untuk
melakukan pemantauan (monitoring), mengontrol, serta mengumpulkan
berbagai feedback terkait sumber daya manusia dalam perusahaan.
Itulah pembahasan mengenai perencanaan sumber daya
manusia atau human resource planning yang sangat bermanfaat bagi
perusahaan Anda kini dan kedepannya.
Perlu diingat bahwa proses prediksi (forecasting)
sumber daya manusia adalah proses yang terus menerus dijalankan, oleh karena
itu monitoring, controlling, serta pengumpulan feedback harus
selalu berjalan pula.
Komentar
Posting Komentar