MAKALAH PENGANTAR BISNIS


BAB I

Pendahuluan

             Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatnya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini sebatas pengetahuan yang saya miliki. Terima kasih kepada ibu Fitria selaku dosen yang telah memberikan tugas ini.
Makalah ini berisi pengertian, jenis-jenis, jenis kegiatan, tujuan dan alasan mengapa harus berbisnis. Saya menyadari dalam tugas ini masih banyak kesalahan, saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk perbaikan dimasa yang akan datang dan untuk kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini bisa sebagai salah satu acuan, menambah pengetahuan dan menjelaskan kepada pembaca tentang bisnis. 

BAB II

Pengertisn Bisnis dari para ahli :
1. Prof. Owen
Bisnis ialah suatu perusahaan yang berkaitan dengan produksi dan distribusi barang untuk dijual kembali ke pasaratau memberikan harga dalam setiap barang ataupun jasa.
2. Urwick dan Hunt
Bisnis ialah setiap perusahan yang memproduksi dan mendistribusikan serta menyediakan barang atau jasa yang diperlukan masyarakat dan atas dasar kesediaannya dalam membeli atau membayar.
3. Mc. Naughton
Bisnis merupakan suatu pertukaran barang, jasa ataupun uang dengan tujuan memperoleh keuntungan.
4. Prof. L. R. Dicksee
Bisnis ialah suatu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan bagi yang berkepentingan atau mengusahakan kegiatan tersebut.
5. William Spregal
Mengatakan bahwa bisnis ialah suatu kegiatan yang berhubungan dengan produksi dan distribusi barang atau jasa yang bisa diklasifikasikan dalam kegiatan-kegiatan bisnis.
6. Brown dan Petrello
Bisnis merupakan suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan masyarakat. Jika kebutuhan masyarakat meningkat, maka jumlah produksinya di tingkatkan agar memenuhi segala kebutuhan masyarakat sambil memperoleh laba.
7. Steinford
Bisnis berarti aktifitas dalam penyediaan barang dan jasa yang diperlukan konsumen.
8. Musselman dan Jackson
Mereka berpendapat bahwa bisnis ialah jumlah keseluruhan aktifitas yang terorganisir dalam bidang perniagaan dan industri penyediaan barang dan jasa agar terpenuhi kebutuhan masyarakat serta dapat memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat.

Jenis-jenis Bisnis
1.      Monopsoni : Suatu keadaan dimana pelaku usaha menguasai menerima pasokan/menjadi pembeli satu-satunya (tunggal) atas barang/jasa dalam suatu pasar komoditas.
Contoh monopsi adalah penjualan perangkat kereta api di Indonesia. Perusahaan kereta api hanya ada 1 di Indonesia, yakni KAI. Karna itu semua jasil produksi dibeli oleh KAI

2.      Oigopoli : Pasar yang didalamnya terdapat penawaran barang yang dikuasai oleh beberapa perusahaan, tetapi kurang dari sepuluh.
Contoh oligopili adalah industri semen, industri mobil dan industri kertas

3.      Oligopsoni : Suatu keadaan dimana dua/lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan/menjadi pembeli tunggal atas barang/jasa dalam suatu pasar komoditas.

4.      Monopoli : Suatu pasar dimana hanya ada 1 penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pasar tentunya sang penjual sendiri yang disebut “monopolis”. Jika barang yang diproduksi sedikit, permintaan naik dan harga barang menjadi mahal. Begitu pula sebaliknya

Jenis Kegiatan Bisnis
Kegiatan bisnis dibagi 3, yaitu Produksi, Distribusi dan Konsumsi
1.      Produksi : Kegiatan memperoduksi suatu barang untuk kebutuhan manusia. Produksi dibagi 3, yaitu Produksi Primer, Produksi Sekunder dan Produksi Tersier
è Primer
Kegiatan menghasilkan bahan baku/bahan mentah dengan mengambilnya dari alam. Contoh : emas, perak, aluminium, ikan, kayu, buah-buahan, sagu, kelapa dan lain sebagainya.
è Sekunder
Kegiatan memproses bahan baku/bahan mentah menjadi barang setengah jadi.
Contoh : Benang diolah menjadi kain, biji besi diolah menjadi profil-profil besi atau menjadi lembaran baja.
è Tersier
Pendukung/penunjang aktivitas produksi primer dan sekunder.
Contoh : Pedagang-pedagang besar/agen yang berperan untuk mendistribusikan barang ke pengecer yang akhirnya sampai ke konsumen. Selain itu, tenaga-tenaga ahli seperti guru, dokter, bidan, pengacara adalah bentuk-bentuk dari produksi tersier.

2.      Distribusi : Aktivitas memindahkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Distribusi mencakup semua kegiatan pemindahan barang, baik itu dari pemasok ke perusahaan, pengepakan sampai ke pemakai akhir. Distribusi dibagi 2, yaitu secara langsung dan tidak langsung.
è Distribusi Langsung sangat efektif dan efisien. Contoh nya para petani langsung menjual barangnya ke ibu rumah tangga.
è Distribusi Tidak Langsung banyak dilakukan di zaman sekarang. Misalnya perusahaan mendistribusikan barangnya kepada agen besar/pengecer untuk disalurkan kepada konsumen.

3.      Konsumsi : Tuntutan perusahaan yakni harus selalu menjaga banyaknya permintaan pasar terhadap barang dan jasa yang dihasilkannya. Perusahan harus menjaga kualitas produk, mengadakan inovasi, mengadakan promosi dan lainnya. Perusahaan juga harus tau factor yang dapat meningkatkan konsumsi masyarakat. Misalnya anak-anak membutuhkan mainan dan pakaian dan lainya sesuai factor umur.

Tujuan Kebijakan Bisnis
Beberapa tujuan Kebijakan Bisnis, yaitu :
*      Melindungi usaha kecil dan menengah.
Kebijakan bisnis dibuat untuk melindungi usaha kecil dan menengah, karena mayoritas bisnis di Negara kita di dominasi oleh usaha-usaha menengah ke atas. Kebijakan ini berguna untuk mencegah usaha kecil tersingkir dan tidak mempunyai lahan atau wilayah usaha. Salah satu contohnya ialah :
KUR (Kredit Usaha Rakyat)
Koperasi
BUK (Badan Usaha Kredit)


*      Melindungi lingkungan hidup sekitarnya.
Melakukan bisnis atau usaha di Negara kita ini memiliki aturan, dan itu diharuskan. Aturan tersebut antara lain adalah tujuannya untuk tidak merusak atau memberi dampak negatif kepada lingkungan hidup sekitar wilayah tempat usaha tersebut. Dengan adanya kebijakan ini, maka para pebisnis juga akan meminimalisasikan dampak negatif yang nantinya akan berimbas kepada penduduk dan lingkungan hidup sekitarnya.
Contoh:
Mendaur ulang sampah plastic menjadi cangkir, piring plastic, botol minuman, dll.
Mendaur ulang minyak goreng menjadi BIO – Diesel
Mendaur ulang kertas menjadi bingkai foto, kartu nama, kartu undangan, dll.

*      Melindungi konsumen.
Bisnis yang baik adalah usaha bisnis yang mementingkan pelayanan kepada konsumen. Segala yang diberikan kepada konsumen haruslah yang terbaik dan pelayannya pun harus prima. Jika konsumen merasa dilindungi dan mendapatkan yang terbaik dari para pebisnis tersebut, konsumen tidak segan-segan bekerja sama kembali.
Contoh:
Makanan = kualitas barang
Minuman rasa/sehat = kualitas barang
Obat–obatan = kualitas barang
Pasta gigi = kesehatan
Kecantikan = kesehatan
Shampoo = kesehatan
Sabun mandi = kesehatan

*      Pendapatan pemerintah.
Banyaknya bisnis yang beroperasi di Negara kita ini tentunya juga memberikan keuntungan bagi Negara. Bisnis yang beroperasi memiliki kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah, yang disebut sebagai devisa. Semakin banyak untung/laba yang diperoleh suatu usaha bisnis, semakin besar pula ia harus membayar pajak Negara, demikian sebaliknya. Devisa yang diperoleh tersebut digunakan lagi oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan di tiap-tiap wilayah di Negara kita ini.
Contoh:
Pajak Penghasilan (PPh)
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Pajak Bumi & Bangunan (PBB)
Bea & Cukai
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Mengapa kita harus belajar bisnis ?
Memulai bisnis adalah langkah yang baik untuk memperbaiki perekonomian karena berbisnis bisa menghasilkan uang lebih banyak dibandingkan kita bekerja sebagai karyawan saja. Walaupun tidak selalu berjalan mulus, namun dengan adanya kerja keras, keuletan dan pantang mundur kita bisa menjadi orang yang sukses. Berbisnis bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak yang berdampak baik bagi lingkungan sekitar. Bisnis menjadikan kita seorang “bos” walaupun usaha yang kita jalankan adalah usaha kecil. Bisnis juga tidak mengharuskan kita memiliki rapot dan ijazah. Asalkan kita tekun, kita bisa menjadi orang yang sukses. Dan yang terakhir adalah bahwa bisnis mengajarkan kita untuk kerja keras dan pantang menyerah.


BAB III

Analisis (Kesimpulan)
Bisnis adalah transaksi yang dilakukan antara pihak satu kepada pihak lainnya untuk memenuhi kepuasaan pihak konsumen. Bisnis juga harus mempunyai tujuan agar bisnis yang kita jalankan akan berhasil nantinya.
Bisnis ada dalam kehidupan sehari-hari dan tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan kita. Bisnis memiliki banyak arti dan kegunaan. Dalam pengertian yang lebih sempit, tujuan dari bisnis adalah untuk menciptakan kostumer/konsumen untuk memperoleh keuntungan. Dalam kehidupan ini, yang dianggap sebagai bisnis adalah kegiatan yang terorganisasi dengan baik yang bisa memenuhi kebutuhan makhluk hidup.

Referensi :




Komentar

Postingan populer dari blog ini