Sumber Daya Manusia
PENGERTIAN SUMBER DAYA MANUSIA
Secara umum, pengertian
sumber daya manusia dapat dibagi menjadi dua, yakni sumber daya manusia secara
makro dan mikro. Pengertian sumber daya manusia makro adalah jumlah penduduk
usia produktif yang ada di sebuah negara, sedangkan pengertian sumber daya
manusia mikro lebih mengerucut pada individu yang bekerja pada sebuah
institusi.
Sementara itu,
pengertian sumber daya manusia menurut para ahli memiliki arti yang lebih
beragam. Menurut Malayu Hasibuan, sumber daya manusia merupakan kemampuan
terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Kemampuan sumber
daya manusia tidak dapat dilihat dari satu sisi saja, namun harus mencangkup
keseluruhan dari daya pikir dan juga daya fisiknya.
Seorang karyawan
misalnya, sebagai sumber daya manusia yang bekerja di kantor, kemampuan pikir
tentunya harus ia gunakan untuk memecahkan segala persoalan pada pekerjaannya.
Kegiatan ini harus juga didukung dengan kemampuan fisiknya untuk bisa mengatasi
rasa lelah ketika harus duduk selama lebih kurang 8 jam menghadap komputer.
Hampir sama dengan
Malayu Hasibuan, Veithzal Rivai mendefinisikan sumber daya manusia sebagai
seorang yang siap, mau dan mampu memberi sumbangan usaha pencapaian tujuan
organisasi. Setiap organisasi atau perusahaan tentunya memiliki tujuan yang
berbeda-beda, maka dari itu kemampuan sumber daya manusia yang dibutuhkan pun
akan berbeda pada tiap-tiap perusahaan.
Meskipun kemampuan
sumber daya manusia bersifat fleksibel, namun kata-kata ‘siap’ dan ‘mau’ dari
definisi Rivai di atas harus menjadi poin yang digarisbawahi. Sebaik apapun
kemampuan sumber daya manusia tidak akan mampu menghasilkan output maksimal
jika kemampuannya tersebut tidak bersifat praktis atau dengan kata lain ‘tidak
siap pakai’. Selain itu, kemampuan juga tidak akan berarti apa-apa jika
individu sebagai sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan tidak mau
memberikan sumbangan usahanya di tempat tersebut.
Masih menurut Veithzal
Rivai, sumber daya manusia ia sebut sebagai salah satu unsur masukan (input)
yang nantinya akan diubah menjadi keluaran (output) berupa barang atau jasa
untuk mencapai tujuan perusahaan. Sebagai input, sumber daya manusia tidak
dapat menjadi unsur tunggal, melainkan harus dikombinasikan pula bersama unsur
lainnya seperti modal, bahan, mesin, metode dan juga teknologi.
Selain menurut para
ahli, terminologi sumber daya manusia juga telah didefinisikan dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia. Pengertian sumber daya manusia menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia adalah potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk proses
produksi. Potensi sumber daya manusia berbeda-beda pada tiap individu. Untuk
bisa mengembangkan potensi sumber daya manusia yang berbeda-beda tersebut,
dibutuhkan suatu sistem manajemen unik yang dinamakan manajemen sumber daya
manusia.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Manusia merupakan
sumber daya paling penting dalam sebuah perusahaan. Berbanding lurus dengan hal
tersebut, manusia juga merupakan sumber daya yang paling rumit untuk dipahami.
Kerumitan ini adalah sebagai akibat dari uniknya sifat dari masing-masing
individu yang ada di dunia, khususnya dunia kerja.
Homogennya tingkat
pendidikan, usia, sosial dan budaya masing-masing karyawan pada suatu
perusahaan ternyata tidak menjamin jika mereka dapat diperlakukan dengan cara
yang sama. Masing-masing individu membutuhkan penanganan yang khusus untuk
menjamin kontribusi karyawan pada perusahaan berjalan dengan maksimal.
Seperti yang telah
dijelaskan di atas, awalnya faktor gaji seringkali menjadi faktor penentu
apakah seseorang mau atau tidak mau bekerja di sebuah perusahaan. Seiring
berjalannya waktu, faktor gaji dapat digeser oleh faktor-faktor lain, salah
satunya adalah penghargaan yang diterima oleh karyawan dari perusahaan
tempatnya bernaung. Hal inilah yang membuat manajemen sumber daya manusia
menjadi penting.
Untuk bisa memahami
pengertian manajemen sumber daya manusia, maka kita harus mengetahui pengetian
manajemen terlebih dahulu. Manajemen berasal dari bahasa Perancis
kuno ménagement yang memiliki arti seni melaksana dan mengatur.
Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, manajemen memiliki dua
pengertian. Pertama, manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif
untuk mencapai sasaran. Kedua, manajemen merujuk pada pimpinan yang bertanggung
jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.
Manajemen merupakan
cabang ilmu yang universal. Semua hal di dunia ini membutuhkan manajemen supaya
memiliki sistem kelola yang baik. Untuk mengatur sumber daya manusia pun
dibutuhkan sebuah manajemen. Pengertian manajemen sumber daya manusia secara
umum adalah suatu bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peranan
manusia dalam organisasi perusahaan. Fokus yang dipelajari dalam manajemen
sumber daya manusia ini hanyalah masalah yang berhubungan dengan tenaga kerja
manusia saja, baik secara individu maupun yang ada kaitannya dengan hubungan
antar tenaga kerja.
Menurut Robert L.
Mathis & Jackson John H., pengertian manajemen sumber daya manusia adalah
rancangan sistem-9sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan
penggunaan bakat manusia secara efektif guna mencapai tujuan organisasi.
Sedangkan menurut T. Hani Handoko, pengertian manajemen sumber daya manusia
adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sumber
daya manusia untuk mencapai baik tujuan-tujuan individu maupun organisasi.
Kedua pengertian
manajemen sumber daya manusia menurut para ahli di atas sama-sama menyoroti
perihal sistem dan tujuan. Sebuah manajemen sumber daya manusia yang baik
memerlukan sistem atau proses yang terstruktur. Selain itu manajemen sumber
daya manusia juga harus berorientasi pada tujuan dari perusahaan tempat
individu tersebut bernaung. Jangan sampai sebuah manajemen yang dibuat tidak
sejalan atau justru berlawanan dengan tujuan sebuah perusahaan. Terlepas dari
tujuan tiap perusahaan yang berbeda-beda, secara umum manajemen sumber daya
manusia memiliki tujuan untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka
panjang.
Tujuan manajemen sumber
daya manusia dalam jangka pendek adalah untuk memperoleh, mempertahankan dan
memotivasi karyawan. Tujuan ‘memperoleh’ akan diwujudkan melalui proses
rekruitmen yang dilakukan perusahaan untuk mencari bibit-bibit baru yang
diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Tujuan ‘mempertahankan’ dapat
diwujudkan melalui berbagai treatment berupa fasilitas, gaji, hingga
jaminan bagi mutu kehidupan karyawan. Terakhir, tujuan ‘memotivasi’ dapat
diwujudkan melalui penyelarasan pribadi karyawan dengan situasi kerja yang
dihadapinya.
Tujuan manajemen sumber
daya manusia dalam jangka menengah adalah untuk meningkatkan produktifitas
karyawan yang dapat dinilai melalui meningkatnya kinerja dan berkurangnya
tingkat kehadiran karyawan di kantor. Kedua, tujuan manajemen sumber daya
manusia dalam jangka menengah adalah untuk menjamin mutu kehidupan kerja
karyawan. Poin ini dapat dievaluasi dari meningkatnya kepuasan dan keterlibatan
karyawan dalam pekerjaannya. Selain itu, mutu kehidupan kerja karyawan yang
baik juga dapat dinilai melalui berkurangnya tingkat stress karyawan saat bekerja.
Tujuan manajemen sumber
daya manusia dalam jangka menengah yang terakhir adalah menciptakan pribadi
karyawan yang patuh pada aturan dan hukum. Hal ini sangat penting karena
masalah hukum yang dilakukan oleh karyawan mau tak mau akan turut menyeret pihak
perusahaan ke permasalahan tersebut.
Setelah tujuan
manajemen sumber daya manusia jangka menengah terwujud, maka target utama
perusahaan adalah mencapai tujuan manajemen sumber daya manusia dalam jangka
panjang. Tujuan manajemen sumber daya manusia dalam jangka panjang yang paling
utama adalah profit. A happy employee relates that happiness to customers,
and vice-versa for unhappy ones. Seorang karyawan yang bahagia akan menunjukkan
perangai yang baik, hal itu tentunya akan turut membuat konsumen merasa senang.
Sebagai dampaknya, angka profit pun meningkat.
Tujuan manajemen sumber
daya manusia jangka panjang yang kedua adalah untuk menciptakan perusahaan yang
unggul dan terus mengalami pertumbuhan. Sama seperti alasan pada tujuan
sebelumnya, seorang karyawan yang bahagia akan menciptakan hasil kerja yang
baik. Ketika hasil kinerja karyawan terus membaik, otomatis perusahaan akan
semakin berkembang menjadi perusahaan yang lebih unggul dari waktu ke waktu.
Secara umum, fungsi
manajemen sumber daya manusia adalah untuk mengatur dan mengelola sumber daya
manusia semaksimal dan seefektif mungkin agar diperoleh kinerja yang maksimal.
Sementara itu, Malayu Hasibuan mengelompokkan manajemen sumber daya manusia ke
dalam dua fungsi yang berbeda, yakni fungsi manajerial dan fungsi operasional.
Fungsi manajerial terbagi menjadi empat, yakni perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), dan pengendalian (controlling).
Sedangkan fungsi operasional terbagi menjadi lima, yakni pengadaan tenaga kerja
(procurement), pengembangan (development), kompensasi (compensation),
pengintegrasian (integration), dan pemeliharaan (maintenance).
Fungsi Manajerial
·
Perencanaan (Planning)
Perencanaan pada manajemen sumber daya manusia
berfungsi membantu perusahaan untuk merencananakan tenaga kerja yang efektif
dan efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Perencanaan adalah dasar
dari seluruh fungsi manajemen sumber daya manusia yang lain.
·
Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian berfungsi membantu perusahaan untuk
menetapkan pembagian dan hubungan kerja antar karyawan. Hal ini sangat penting
untuk meminimalisir adanya tumpang tindih dalam kewajiban pekerja.
·
Pengarahan (Directing)
Pengarahan biasanya dilakukan seorang pimpinan
kepada para karyawannya supaya dapat secara bekerja sama secara efektif untuk
menyelesaikan kewajiban dan tugas mereka.
·
Pengendalian (Controlling)
Pengendalian merupakan kegiatan yang dilakukan
supaya karyawan tetap menaati peraturan perusahaan saat bekerja. Jika terjadi
penyimpangan, maka harus ada tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki perilaku
karyawan tersebut.
Fungsi Operasional
·
Pengadaan tenaga kerja (Procurement)
Fungsi pertama yang termasuk dalam kategori fungsi
operasional adalah pengadaan. Fungsi pengadaan merupakan proses awal untuk
mendapatkan sumber daya manusia yang unggul. Proses ini meliputi rekruitmen,
seleksi, penempatan, orientasi, hingga proses induksi.
·
Pengembangan (Development)
Pengembangan merupakan fungsi operasional yang
bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pegawai. Tingkat keterampilan ini
dapat dicapai melalui pendidikan dan pelatihan yang diberikan perusahaan untuk
karyawan, baik yang baru masuk ataupun yang sudah lama bekerja di perusahaan
tersebut.
·
Kompensasi (Compensation)
Kompensasi merupakan bentuk reward yang diberikan
perusahaan kepada karyawannya. Kompensasi ini merupakan bentuk balas jasa atas
prestasi karyawan. Pemberian kompensasi harus disesuaikan dengan prestasi kerja
dan faktor-faktor lain yang adil dan layak bagi tiap karyawan.
·
Pengintegrasian (Integration)
Pengintegrasian merupakan kegiatan yang bertujuan
untuk menyamakan intepretasi karyawan dan perusahaan. Hal ini penting untuk
menjaga agar kerjasama yang terjalin antara karyawan dan perusahaan dapat
berjalan dengan serasi dan saling menguntungkan.
·
Pemeliharaan (Maintenance)
Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara dan
meningkatkan kondisi fisik, mental, dan loyalitas karyawan. Hal ini penting
untuk mempertahankan karyawan supaya mau menetap di perusahaan tersebut hingga
ia pensiun.
Memiliki usaha sendiri yang sukses tentunya
merupakan hal yang diidamkan oleh banyak orang. Sayangnya membuat suatu usaha
menjadi sukses bukanlah hal yang mudah. Banyak aspek dalam sebuah bisnis yang
perlu direncanakan dengan baik dan secara terperinci sehingga terbentuk model
bisnis yang menjanjikan keuntungan.
Dengan mengikuti pembelajaran mengenai BMC ini,
diharapkan UC-Onliners dapat memahami kegunaan model bisnis yang baik,
bagaimanakah cara membuatnya, serta dapat mempraktekkan secara langsung untuk
digunakan dalam menjalankan bisnisnya.
Komentar
Posting Komentar