Modal Auxiliary

Modal Auxiliary adalah kata kerja yang bertugas membantu kata kerja utama. Jadi Modal Auxiliary adalah kata kerja pembantu, dan kata kerja utama itu adalah “majikannya”. Contoh: I will explain about modal auxiliary. “Will” adalah kata kerja bantu yang bertugas membantu kata kerja utamanya yaitu “Explain”. Karena hanya pembantu, sehingga ketika dihilangkan tidak akan menjadi masalah dan kalimat tersebut tidak akan kehilangan makna utamanya. Tapi kalau kata kerja utamanya yang dihilangkan, maka kalimat tersebut akan kehilangan makna. Modal auxiliary hanya terdiri dari beberapa kata kerja saja. Jadi kita tidak perlu khawatir dalam memahaminya. Berikut saya jelaskan apa saja yang termasuk modal auxiliary disertai dengan contoh kalimatnya.

1.     Can dan Could

Can dan could dapat digunakan untuk menyatakan ability (kemampuan). Bedanya, could untuk menyatakan ability (kemampuan) di masa lalu (past). Keduanya dapat berfungsi untuk Modal verb ini juga dapat pula digunakan untuk meminta izin (permission) untuk melakukan sesuatu.
Contoh :

·         You can buy anything with your money but you can‘t buy love.
(Kamu dapat membeli apapun dengan uangmu tapi kamu tidak dapat membeli cinta)
·         Could I use your computer to print and scan?
(Bolehkah saya memakai komputermu untuk print dan scan?)

2.     May dan Might

May dan might dapat digunakan untuk menyatakan possibility (kemungkinan) di masa sekarang (present) dan masa depan (future). May dan Might dapat ditambahkan primary auxiliary verb have untuk menyatakan kemungkinan di masa lalu (past). Bedanya, may untuk menyatakan hypothetical situation yang belum terbukti, sementara might yang telah terbukti.
May dapat digunakan untuk meminta izin (permission)  dimana modal verb ini lebih formal dari can. Adapun might ketika digunakan untuk meminta izin (permission) yang bersifat lebih formal daripada modal verb could. Dibanding may, might lebih tentatif (tidak pasti) kejadiannya.
Contoh :
·         You may/might forget the embarassing incident tomorrow.
(Kamu mungkin melupakan insiden memalukan itu besok.)

·         He may work out and eat healthy food every day.
(Dia mungkin berlatih dan memakan makanan sehat setiap hari.)

3.     Will dan Would

Will untuk menyatakan willingness (kemauan). Willingness dapat diungkapkan dalam conditional sentence type 1 maupun invitation (undangan/ajakan). Would juga dapat digunakan untuk menyatakan willingness (kemauan), namun lebih polite (sopan). Selain untuk mengungkapkan willingness, will dan would dapat pula digunakan untuk membicarakan kemungkinan atau membuat prediksi.
Would saja dapat dipadukan dengan auxiliary have dan past participle (verb-3) untuk membentuk conditional sentence type 3. Disini would untuk menyatakan tindakan yang ingin dilakukan di masa lalu.
Contoh :
·         Will you marry me?
(Maukah kamu menikah dengan saya?)
·         Would you like to see my craft?
(Maukah kamu melihat kerajinan tanganku?)

4.     Shall

Shall [British English] digunakan untuk menyatakan simple future seperti halnya will namun hanya digunakan pada first person (orang pertama) I dan we. Shall [US English] jarang digunakan selain untuk polite question untuk first person. Modal verb ini juga dapat digunakan untuk menyatakan obligation (kewajiban) pada formal situation (yang dapat berupa legal document maupun pada saat meeting. Pada situasi ini, baik second maupun third person dapat digunakan dengan modal verb ini.
Contoh :
·         We shall overcome it someday.
(Kita akan mengatasinya suatu hari nanti.)

5.     Should

Should untuk memberi suggestion (saran) atau advice (nasehat).
Contoh :
·         You should see the doctor.
(Kamu harus ke dokter.)
·         We should meet more often.
(Kita harus bertemu lebih sering.)

6.     Must

Must dipadukan dengan not untuk menyatakan prohibition (larangan). Selain itu, modal verb ini juga dapat untuk mengekspresikan obligation (kewajiban) atau necessity (kebutuhan).
Contoh :
·         You mustn’t give up.
(Kamu tidak boleh menyerah.)
·         We must go to bed now.
(Kita harus tidur sekarang.)

7.     Ought to

Ought to digunakan untuk menyatakan apa yang benar atau tepat.
Contoh :
·         I ought to wear high quality running shoes.
(Saya harus menggunakan sepatu lari berkualitas tinggi.)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH PENGANTAR BISNIS